Selasa, 05 Maret 2013

Cara Menghitung Indeks Harga Dengan Berbagai Metode


Metode Menghitung Indeks Harga - Sholikhudin Arif | Karena mendapatkan tugas untuk menghitung indeks harga dengan berbagai metode, maka pada artikel kali ini saya akan memberikan sebuah cara menghitung indeks harga dengna berbagai metode.

Metode Menghitung Indeks Haraga

Penghitungan angka indeks dapat dilakukan dengan beberapa metode. Oleh karena itu, perlu dilakukan pilihan yang tepat agar tujuan angka indeks yang telah ditetapkan dapat tercapai. Pada dasarnya terdapat dua metode penghitungan angka indeks yaitu sebagai berikut.

a. Angka indeks sederhana atau angka indeks tidak ditimbang (simple agregative methode) dibagi dalam bentuk agregatif sederhana dan rata-rata harga relatif atau agregative relative.

b. Angka indeks yang ditimbang, dibagi menjadi bentuk agregatif sederhana dan rata-rata harga relatif tertimbang.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan pembahasan berikut ini.

a. Indeks Harga Tidak Tertimbang dengan Metode Agregatif Sederhana.
Angka indeks yang dimaksud dalam penghitungan indeks harga tidak tertimbang meliputi indeks harga, kuantitas, dan nilai. Marilah kita simak pembahasannya masing-masing.

1) Angka indeks harga (price = P)
Keterangan:
IA = indeks harga yang tidak ditimbang
Pn = harga yang dihitung angka indeksnya
Po = harga pada tahun dasar

Contoh:
Berdasarkan data di atas, maka angka indeks harga tahun 2004 adalah:
IA = 1.500/1.300 x 100 = 115,38%
Jadi, harga tahun 2004 mengalami kenaikan sebesar 15,38%.

2) Angka indeks kuantitas (quantity = Q)
Keterangan:
IA = indeks kuantitas yang tidak ditimbang
Qn = kuantitas yang akan dihitung angka indeksnya
Qo = kuantitas pada tahun dasar

Contoh:
Berdasarkan data di atas, maka angka indeks kuantitas tahun 2004 adalah:
IA = 1000/800 x 100 = 125%
Jadi, pada tahun 2004 terjadi kenaikan kuantitas sebesar 25%.

3) Angka indeks nilai (value = V)
Keterangan:
IA = angka indeks nilai
Vn = nilai yang dihitung angka indeksnya
Vo = nilai pada tahun dasar

Penghitungan angka indeks dengan metode agregatif sederhana mempunyai kebaikan karena bersifat sederhana, sehingga mudah cara menghitungnya. Akan tetapi, metode ini mempunyai kelemahan yaitu apabila terjadi perubahan kuantitas satuan barang, maka angka indeksnya juga akan berubah.

b. Angka Indeks Tertimbang
Penghitungan angka indeks tertimbang dapat kamu lakukan dengan beberapa metode. Simaklah penjelasannya masing-masing pada pembahasan berikut ini.

1) Metode agregatif sederhana
Angka indeks tertimbang dengan metode agregatif sederhana dapat dihitung dengan rumus seperti di bawah ini.
Keterangan:
IA = indeks harga yang ditimbang
Pn = nilai yang dihitung angka indeksnya
Po = harga pada tahun dasar
W = faktor penimbang

Contoh penghitungan angka indeks harga dapat kamu lihat pada tabel berikut.



Berdasarkan data di atas, maka angka indeks harga tahun 2004 dapat dihitung dengan cara:
 Jadi, pada tahun 2004 terjadi kenaikan harga 10,61%.

2) Metode Laspeyres
Angka indeks Laspeyres adalah angka indeks yang ditimbang dengan faktor penimbangnya kuantitas tahun dasar (Qo).
 Keterangan:
IL = angka indeks Laspeyres
Pn = harga tahun yang dihitung angka indeksnya
Po = harga pada tahun dasar
Qo = kuantitas pada tahun dasar

Untuk lebih jelasnya tetang penghitungan angka indeks Laspeyres, perhatikan contoh di bawah ini.

Berdasarkan data di atas, maka indeks Laspeyres dapat dihitung sebagai berikut.
IL = 210.000/200.000 x 100 = 105%
Berarti terjadi kenaikan harga sebesar 5% pada tahun 2004.

3) Metode Paasche
Angka indeks Paasche adalah angka indeks yang tertimbang dengan faktor penimbang kuantitas tahun n (tahun yang dihitung angka indeksnya) atau Qn.

IP = angka indeks Paasche
Pn = harga tahun yang dihitung angka indeksnya
Po = harga pada tahun dasar
Qn = kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya

Berikut adalah contoh penghitungan angka indeks tertimbang dengan metode Paasche.
Berdasarkan data di atas, maka indeks Paasche dapat dihitung sebagai berikut.
IP = 242.500/240.000 x 100 = 101,04%
Berarti terjadi kenaikan harga sebesar 1,04% pada tahun 2004.

Dari Metode Laspeyres dan Metode Paasche terdapat suatu kelemahan sebagai berikut.
  • Angka indeks Laspeyres mempunyai kelemahan yaitu hasil penghitungan lebih besar (over estimate), karena pada umumnya harga barang cenderung naik, sehingga kuantitas barang yang diminta mengalami penurunan. Dengan demikian besarnya Qo akan lebih besar daripada Qn.
  • Angka indeks Paasche mempunyai kelemahan yaitu hasil penghitungan cenderung lebih rendah (under estimate), karena dengan naiknya harga akan menyebabkan permintaan turun, sehingga Qn lebih kecil daripada Qo.
Untuk menghilangkan kelemahan tersebut dilakukan dengan cara mengintegrasikan angka indeks tersebut, yaitu dengan menggunakan metode angka indeks Drobisch and Bowley.

4) Metode Drobisch and Bowley

Angka indeks tertimbang dengan Metode Drobisch and Bowley dapat dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:
D = angka indeks Drobisch
IL = angka indeks Laspeyres
IP = angka indeks Paasche

Contoh soal
:
Berdasarkan penghitungan angka indeks Laspeyres dan Paasche, pada soal di atas dapat dihitung besarnya indeks Drobisch sebagai berikut.
Berarti terdapat kenaikan harga 3,02% pada tahun 2004.

5) Metode Irving Fisher
Penghitungan angka indeks dengan Metode Irving Fisher merupakan angka indeks yang ideal. Irving Fisher menghitung indeks kompromi dengan cara mencari rata-rata ukur dari indeks Laspeyres dan indeks Paasche.
Berdasarkan penghitungan angka indeks Laspeyres dan Paasche, maka dapat dihitung besarnya indeks Irving Fisher sebagai berikut.
Berarti terdapat kenaikan harga 3,00% pada tahun 2004.

6) Metode Marshal Edgewarth
Menurut metode ini, angka indeks ditimbang dihitung dengan cara menggabungkan kuantitas tahun dasar dan kuantitas tahun n, kemudian mengalikannya dengan harga pada tahun dasar atau harga pada tahun n.

Angka indeks Marshal Edgewarth dapat dirumuskan sebagai berikut.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan data pada tabel di bawah ini agar kamu dapat mencari angka indeks Marshal Edgewarth.

Berdasarkan data di atas, maka angka indeks Marshal Edgewarth dapat dihitung sebagai berikut.
4. Angka Indeks Rantai
Angka indeks rantai adalah penghitungan angka indeks dengan menggunakan tahun sebelumnya sebagai tahun dasar. Misalnya menghitung angka indeks tahun 2000 dengan tahun dasar 1999, angka indeks tahun 2001 dengan tahun dasar 2000, dan angka indeks tahun 2002 dengan tahun dasarnya 2001.
Indeks rantai dapat dihitung sebagai berikut.
- Indeks tahun 2000 = 500/500 × 100 = 100,00
- Indeks tahun 2001 = 600/500 × 100 = 120,00
- Indeks tahun 2002 = 700/600 × 100 = 116,67
- Indeks tahun 2003 = 800/700 × 100 = 114,29
- Indeks tahun 2004 = 900/800 × 100 = 112,50

45 komentar:

sumbernya dari mana mas? ada buku yang bisa jadi referensi?

Artikelnya membantu sekali...
Terima kasih :)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Mas kenapa di rumus Po x Qn

Sedangkan di contoh tabel

Po x Qo

Silahkan di revisi mas

Yang biasa untuk anak SMA yang mana ya mas?

Mas wira caksana, menurut saya itu salah penulisannya doang, Qn menjadi Qo. Tapi hasilnya benar, sebagaiman Po x Qn

mas metode wals ko ga ada?

Guru gua Gila .. Ngajar nya aneh .. Tolong kasih tau sih ..

Lumayan buat bahan hafalan... makasih ka~

Metode agregat kok gak ada ya mas??

Metode agregat kok gak ada ya mas??

makasih ya informasinya sangat berguna

<a href="http://yukjadiibu.blogspot.co.id/2016/08/alamat-dokter-kandungan-perempuan Jakarta </a>

terimakasih ini yang gue cari gara2 modulnya cuma rumus doank gw sampe muter kepala hehe sukses brayy.. ilmunya gue sedot

kalau cara bentuk penyederhanaan persennya gmna itu mas, ko bisa sgtu hasilnya..??

IA = 1.500/1.300 x 100 = 115,38%
mau tanya dong kenapa hasilnya 115,38 % ya?
sementara ku hitung hasilnya 1,153.....

gan semisal gw ngitungnya biar cepet gimana..?

sangat membantu sekali... terima kasih

Terimakasih. Sangat membantu 👍

Mas ijin kopas ya buat lengkapin blog saya .... Silakan ruangbelajarekonomi[dot]blogspot[dot]com/2018/05/contoh-soal-dan-pembahasan-menghitung-indeks-harga.html

rumusnya beda sama yg dibuku kurtilas skrg mas

Thx gan artikelny sangat memba
ntu

Terimakasih banyak ka..merasa kebantu banget

Gua salah nulis rumus kekecilan gampar rumus IP nya kayak taik salah gua ngisi ulangan PANTAT DAH NI LINK

Baik WPI dan CPI menggunakan Indeks Laspeyre untuk menghitung tingkat inflasi. Sementara indeks harga konsumen adalah mekanisme yang mengidentifikasi perubahan tingkat harga umum, dari perspektif konsumen, WPI mewakili harga sekeranjang komoditas grosir.

indeks walshnya gaada ka tambahin dong ka , tapii sangat ngebantu jelas dan rapih makasih maaa

Kalau lambang itu dak jdi masalah yg penting konsepnya sama

Ya kalo mau belajar ilmu.Angka indek ya itu di atas sudah komplet. Kalo.ada buku tdk komplet, pakai saja rumus di atas itu. Komplet banget. Tinggal mo pakai rumus yang mana solakan saja.

Mas,kalau tahun dasarnya tidak ditentukan,dan hanya terdapat dua tahun, contohnya 1997 dan 1998, apakah di tahun 1997 kita bisa menghitung harga indeksnya atau tidak ya? Atau hanya tahun 1998 yg bisa di hitung harga indeksnya dengan patokan tahun dasar tahun 1997? Semoga dibalas😭

Cara Menghitung Indeks Harga Dengan Berbagai Metode ~ Sholikhudin Arif >>>>> Download Now

>>>>> Download Full

Cara Menghitung Indeks Harga Dengan Berbagai Metode ~ Sholikhudin Arif >>>>> Download LINK

>>>>> Download Now

Cara Menghitung Indeks Harga Dengan Berbagai Metode ~ Sholikhudin Arif >>>>> Download Full

>>>>> Download LINK

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More